...tentang seorang sahabat
Penat...usai berkejaran dengan waktu...belum lagi sempat rebah dalam letih..dering handphone mengusik lamunan, ah teman lama ruapanya...'Hi:)pa kabar?Aq lagi bete...perjalanan makin sulit kutempuhi, aku letih berkejaran dengan waktu yang tak mau jua kompromi, aku penat dengan luka ini. Aku ingin lepas dari jengah dan luka yang terus mengusik alunan irama hidup yang harus kumainkan...
:)p sorry..emang napa?Toh perjalanan luka dan perih serta penat ini adalah bagian dari irama hidup yang harus kita mainkan, mengapa mesti jengah?
:(p karena aku tak lagi perkasa dalam mengaduk mimpi yang kian tak pasti, aku tak lagi bisa memainkan getar dawai ini dengan baik, yang terdengar justru nada sumbang yang tak ada jua berakhir......
:)pTapi bukankah spiritmu yang pernah bangkitkan aku yang letih saat berkejaran dengan waktu, jika kau berhenti bagaimana dengan mimpi yang pernah kau tanamkan padaku? Aku cuma kepakan kecil bagi alur mimpi yang tak berkesudahan, aku hanya ingin damai dalam pena yang makin merajai jiwa yang kian gersang.........
........terputus....kalimat itu cuma berhenti sampai di sana...tak ada lagi hingga sore kemarin saat gerimis mengguyur tanah yang tak lagi bernyawa...''Aku akan pergi, mungkin menuntaskan malam yang pernah ramah, aku sambangi nanti,''
Hari ini gerimis lagi......tapi kau tak jua muncul diantara kerumunan jiwa dan raga yang kian membisu........dimana...........?Bayangmu menghilang.............

0 Comments:
Post a Comment
<< Home