

Tuesday, March 29, 2005
Sunday, March 27, 2005
posted by feusy at
8:11 PM
|
0 comments
![]()
Sadarkah Kita ??
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut.Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita.
Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
Masa lalu
Jangan buka album itu...
Waktu melarikan nasib, didalamnya
Masih terdengar manis kata-katamu
Sebagai penguat jiwaku, terbang-terbanglah dg seribu
sayap merpati
Jangan menangis sebelum apa yang kau cita-citakan
tercapai
Tak ada kisah lain,
Akupun membangun perjalanan
Pada setiap kedai persimpangan atau perjanjian
Begitu juga sunyi.......
Tak pernah ku takut pada perpisahan
Pengkhianatan atau kegelisahan tentang maut
Bukankah setiap jam bergeser adalah takdir
Seperti dulu engkau menulis bunga didadaku
Jangan...
Aku tiba-tiba benci setiap yang usang
Meski ada yg memanggil sayup-sayup
Rahasia manakah yang kaubaca pd setiap insan
Yang kau layani adakah kerinduan untuknya ?
Sebagaimana engkau merebahkan tangis
Aku tak mengerti lagi makna rindu ...
Jikustik Seribu Tahun
Saat Kau Tak Disini (SKTD)
Seperti bintang-bintang
Hilang ditelan malam
Bagai harus melangkah
Tanpa kutahu arah
Lepaskan aku dari
Derita tak bertepi
Saat kau tak disini
Seperti dedaunan
Berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak
Mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari
Derita tak berakhir
Saat kau tak ada disini
Reff :
Saat kau tak ada
Atau kau tak disini
Terpenjara sepi
Kunikmati sendiri
Tak terhitung waktu
Tuk melupakanmu
Aku tak pernah bisa
Aku tak pernah bisa
***RANTING-RANTING PATAH***
Bahkan masa itu terlupakan
Dikala daun-daun masih rindang
Tempat berteduh dikala penat..
Bersandar pada batang besar
dan aku mengipasinya dengan daun-daunku..
Kau bercerita angan dalam mimpimu
tentang segala cinta dan kasih
Kau dibelai rinduku...
Asa dalam rindu menjadi satu kedalam belaian sukma-sukma bertarung..
Apa yang tejadi kala masa sudah tidak lagi perduli?
Seribu cinta selaksa kasih terangkum dalam rangkaian cerita panjang
yang mencekam..
Biarkan cerita itu dibawa oleh hempasan ranting-ranting patah yang
jatuh ketanah
walaupun rindu menjadi dendam
cinta jadi makian..
Cerita ranting patah adalah misteri alam yang pasti..
puisi ini dibuat untuk para sahabatku yang sedang kehilangan arti
dari kata sahabat...aku masih disini...
Separuh Hati
Separuh hatiku
Terbawa olehmu
Separuh hidupku
Berubah karenanmu
Separuh nadiku
Berdenyut nadimu
Separuh hatiku
Merasakan itu
Separuh hatiku
Terlukis bayangmu
Separuh mimpiku
Tiada tanpamu
Separuh nadiku
Mengalir darahmu
Separuh hatiku
Merasakan itu
Reff :
Separuh hatiku
Ternyata mencandumu
Rapuh lusuh
Tak bernilai melepasmu
Digenggam
Ratusan lara mengingatmu
Ujung perihku
Bersandar .. ooh
(takkan kubiarkan kau ambil
separuh hati yang tertinggal)
By : Jikustik
Peterpan Taman Langit
Yang Terdalam
Kulepas semus yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti
Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Munkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Reff :
Takan lelah
Aku menanti
Tak hilang
Cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kunang di hati saja
Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Tersisa dijiwa
Ada Band Heaven of Love
Kau Auraku
Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru
Telah lama kutunggu hadirmu disini
Namun hanya ruang semu yang nampak padaku
Kerinduan yang mendalam terbitkan hasratku
Sambutlah tangan ini terima janjiku
Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu
Menyatu seiring dalam kasih
Reff :
Kau auraku ..
Pancarkan sepercik harapan
Datanglah merasuk menjelma
Meleburkan cinta
Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring
Kembangkan senyuman
Bagai bunga .. bawa keindahan
Tak dapat kusangkal adanya dirimu yang selalu menaungi
Pikiran batinku ingin miliki hatimu
Takkan pernah terlepaskan
Kupersembahkan semua padamu
Tak Bernyawa
aku mencandai luka yang baru kau toreh senja itu...
aku hanya bisa menggelepar dalam temaram malam yang pernah kau singgahi....
elang sayapmu tak jua letih mengepak menyambangi mayapada,
mencumbui semesta yang makin angkuh padamu.......
aku hanya bisa terpuruk dalam sepi yang tak bergeming dalam batin yang kian membeku....
aku hampa tanpa jiwamu elang......ragaku yang kau tinggal meringkih dalam perihku............
aku cuma bisa mengaduh perih
pada laut yang jadi tempatmu berteduh sejenak.............
aku letih dalam balutan angkuh yang sambangi luka....................
elang kapan kau singgahi jiwa yang merinduimu
dalam setiap denyut nadi yang bergetar
saat kepakmu kudengar di kejauhan............
aku hanya bisa memandangimu
lewat mata hati yang kian dingin
dan membeku.................
kapan kau kembali.................?
tanyaku pada badai yang singgah di laut yang kian tua ini..........................
Monday, March 07, 2005
Menagih Janji pada Bianglala
Aku menagih janji pada bianglalamu
yang menyapa senjaku yang berlalu....
Aku cuma tergugu
saat penat kepakmu tak lagi kujumpa....
Galur sepimu tak lagi mampu teguhkan kokoh karang yang kupijaki......
Aku cuma renta, elang!
Yang mengikismu di bayang sepi
yang jadi sahabatmu saat perjalananmu tak lagi bersahabat.....
tapi cuma itu yang kupunya...
saat gemulai penari memukaumu
aku tak mampu menepisnya...
aku hanya bisa
menjauhi karang yang pernah kupijaki........
dan sepi jadi setia yang tak bertepi...........


